Mengaji Bukit Mengeja Danau
Mulut dan jariku memainkan suling
Tapi kalah pada rohku yang melengking
Ketika mataku melihat Merapi
Ditandingi bayang-bayang yang menjulangi langit yang tinggi
Tapi di tengah kenyataan ini
Aku makin kecil makin bebal
Seharkat sebutir debu yang melekat telapak sandal
Mengaji Bukit Mengeja Danau merupakan buah dari program Rumah
Puisi untuk mengundang sastrawan tamu. Karya ini menjadi
penanda bahwa interaksi dengan alam dan budaya yang berbedatak
menyulitkan sama sekali seorang penyair untuk berkarya. Modal
budaya asli yang dimiliki sang penyair justru mewarnai pengalaman
dalam interaksi baru. Proses lintas budaya ini terbukti menemukan
harmoni dalam puisi-| U%l%M
p _(_P SI d
Mengaji Bukit Mengeja Danau
Mulut dan jariku memainkan suling
Tapi kalah pada rohku yang melengking
Ketika mataku melihat Merapi
Ditandingi bayang-bayang yang menjulangi langit yang tinggi
Tapi di tengah kenyataan ini
Aku makin kecil makin bebal
Seharkat sebutir debu yang melekat telapak sandal
Mengaji Bukit Mengeja Danau merupakan buah dari program Rumah
Puisi untuk mengundang sastrawan tamu. Karya ini menjadi
penanda bahwa interaksi dengan alam dan budaya yang berbedatak
menyulitkan sama sekali seorang penyair untuk berkarya. Modal
budaya asli yang dimiliki Sang penyair justru mewarnai pengalaman
dalam interaksi baru. Proses lintas budaya ini terbukti menemukan
harmoni dalam p j;;il;w&gir&fhm…w ni i